Septic tank ramah lingkungan yang mampu mengolah limbah tinja menjadi cairan layak buang, septic tank biogift

Instalasi Pengolahan Air Limbah Medis / IPAL Medis adalah suatu upaya mengolah limbah medis agar limbah medis tersebut tidak menjadi penambah pencemaran lingkungan, upaya ini agar limbah medis menjadi layak buang dan ramah lingkungan.

Penghasil limbah medis adalah :

1. Rumah Sakit

2.Puskesmas

3.Klinik Bersalin

4.Klinik Gigi

5.Pelayanan Kesehatan Lainnya yang juga melayani pengobatan masyarakat.

Yang termasuk limbah medis adalah :

1.Darah

2.Alcohol

3.Obat-obatan cair

4.dan zat cair lainnya yang mengandung bahan obat obatan.

Untuk itulah pengolahan limbah medis mesti lebih khusus, lebih bertahap, dan lebih baik, agar limbah medis ini dapat menjadi layak buang.

Apapun, berapapun besarnya limbah medis anda, kami dapat mengolahnya dengan sistem tahapan yang dijamin 100 persen berstandart ramah lingkungan.

Baku Limbah RS

Untuk itu kami banyak memproduksi beberapa ukuran sistem instalasi pengolahan limbah medis :

Ukuran IPAL Medis

ipal biogift, stp biogift, instalasi pengolahan air limbah, stp biosafe, stp bioasahi, ipal biotech, stp biotech, ipal biosafe, bioseptic ipal

 

Kami tidak bicara janji namun bukti, apapun limbah medis anda, kami dapat olah menjadi ramah lingkungan.

Dengan tahapan yang bersistem dan berteknologi menjadikan sistem pengolahan limbah medis kami menjadi berfungsi dengan baik, yaitu mampu mengolah limbah medis menjadi layak buang, ataupun layak pakai kembali.

Hubungi kami untuk informasi lebih lanjut, ataupun anda butuh penawaran dengan spesifikasi lengkap, kami dengan senang hati melayani anda.

Proses dan olah limbah medis dengan benar adalah upaya mengurangi pencemaran debit air.

Sangat berbahaya membuang langsung limbah medis tanpa diproses terlebih dahulu karena didalam limbah medis banyak sekali kuman berbahaya.

Bijaklah dalam membuang limbah, olahlah limbah dengan baik agar limbah menjadi layak buang dan ramah lingkungan.

Undang Undang Hak Kekayaan Intelektual
Tentang Ancaman Hukuman Pemalsuan Desain Industri BAB XI KETENTUAN PIDANA Pasal 54 (1) Barangsiapa dengan sengaja dan tanpa hak melakukan perbuatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 9 dipidana dengan pidana penjara paling lama 4 (empat) tahun dan/atau denda paling banyak Rp 300.000.000,00 (tiga ratus juta rupiah). (2) Barangsiapa dengan sengaja melanggar ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 8, Pasal 23 atau Pasal 32 dipidana dengan pidana penjara paling lama 1 (satu) tahun dan/atau denda paling banyak Rp 45.000.000,00 (empat puluh lima juta rupiah) http://www.dgip.go.id/produk-hukum-hki

http://www.dgip.go.id/produk-hukum-hki Tentang Ancaman Pelanggaran Pemalsuan Merk Terdaftar BAB XIV KETENTUAN PIDANA Pasal 90 Barangsiapa dengan sengaja dan tanpa hak menggunakan Merek yang sama pada keseluruhannya dengan Merek terdaftar milik pihak lain untuk barang dan/atau jasa sejenis yang diproduksi dan/atau diperdagangkan, dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun dan/atau denda paling banyak Rp 1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah). Pasal 91 Barangsiapa dengan sengaja dan tanpa hak menggunakan Merek yang sama pada pokoknya dengan Merek terdaftar milik pihak lain untuk barang dan/atau jasa sejenis yang diproduksi dan/atau diperdagangkan, dipidana dengan pidana penjara paling lama 4 (empat) tahun dan/atau denda paling banyak Rp 800.000.000,00 (delapan ratus juta rupiah). Pasal 92 (1) Barangsiapa dengan sengaja dan tanpa hak menggunakan tanda yang sama pada keseluruhan dengan indikasi-geografis milik pihak lain untuk barang yang sama atau sejenis dengan barang yang terdaftar, dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun dan/atau denda paling banyak Rp 1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah). (2) Barangsiapa dengan sengaja dan tanpa hak menggunakan tanda yang sama pada pokoknya dengan indikasi-geografis (3) milik pihak lain untuk barang yang sama atau sejenis dengan barang yang terdaftar, dipidana dengan pidana penjara paling lama 4 (empat) tahun dan/atau denda paling banyak Rp 800.000.000,00 (delapan ratus juta rupiah). (4) Terhadap pencantuman asal sebenarnya pada barang yang merupakan hasil pelanggaran ataupun pencantuman kata yang menunjukkan bahwa barang tersebut merupakan tiruan dari barang yang terdaftar dan dilindungi berdasarkan indikasi-geografis, diberlakukan ketentuan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2). Pasal 93 Barangsiapa dengan sengaja dan tanpa hak menggunakan tanda yang dilindungi berdasarkan indikasi-asal pada barang atau jasa sehingga dapat memperdaya atau menyesatkan masyarakat mengenai asal barang atau asal jasa tersebut, dipidana dengan pidana penjara paling lama 4 (empat) tahun dan/atau denda paling banyak Rp 800.000.000,00 (delapan ratus juta rupiah). Pasal 94 (1) Barangsiapa memperdagangkan barang dan/atau jasa yang diketahui atau patut diketahui bahwa barang dan/atau jasa tersebut merupakan hasil pelanggaran sebagaimana dimaksud dalam Pasal 90, Pasal 91, Pasal 92, dan Pasal 93 dipidana dengan pidana kurungan paling lama 1 (satu) tahun atau denda paling banyak Rp 200.000.000,00 (dua ratus juta rupiah). (2) Tindak pidana sebagaimana dimaksud pada ayat (1) adalah pelanggaran
Recent Posts