Septic tank ramah lingkungan yang mampu mengolah limbah tinja menjadi cairan layak buang, septic tank biogift

Sehat Dengan Septic Tank Yang Benar

Musim hujan, musim kemarau, apapun musim di seluruh indonesia secara tidak sadar tetap mempengaruh kehidupan kita, banyak pengaruh alam yang tubuh kita rasakan namun sering kali tidak disadari.

Salah satu pengaruh besar dalam hidup kita adalah kebutuhan akan air, air sangat penting dalam kehidupan.

Kita bisa nahan lapar tapi tidak akan bisa menahan haus, untuk itulah penting bagi kita menjaga ketersediaan air bersih layak komsumsi, tidak hanya bersih sebagai acuan air layak minum namun air mesti murni dan mesti jauh dari limbah yang membahayakan yang tidak kasat mata.

Banyak pengaruh yang menjadikan debit air menjadi rusak, salah satunya adalah besarnya tingkat resapan limbah domestik rumah tangga yaitu tinja.

Yang dimaksud dengan limbah domestik adalah air limbah yang berasal dari kegiatan rumah tangga,perumahan,rumah susun,apartemen,perkantoran,rumah dan kantor rumah dan toko,rumah sakit,mall,pasar swalayan,balai pertemuan,hotel,industri,sekolah,baik berupa grey water /air bekas ataupun black water /air kotor/tinja.

Coba anda perhatikan perkembangan saat ini, pembangunan perumahan makin padat dan makin dibutuhkan karena tingkat perkembangan ekonomi yang semakin baik.

Namun dalam perlengkapan pengolahan limbah domestik rumah tangga yang berhubungan dengan limbah tinja, banyak pengembang yang tidak peka untuk lingkungan, murah dan murah yang menjadi acuan sehingga pemilihan septic tank yang baik tidak dihiraukan padahal selisih dan tingkat efisiensi sangatlah lebih efisien dengan memilih septic tank yang baik.

Dibawah ulasan ini kami mengulas juga septic tank yang baik dan benar.

Comments are closed.

Undang Undang Hak Kekayaan Intelektual
Tentang Ancaman Hukuman Pemalsuan Desain Industri BAB XI KETENTUAN PIDANA Pasal 54 (1) Barangsiapa dengan sengaja dan tanpa hak melakukan perbuatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 9 dipidana dengan pidana penjara paling lama 4 (empat) tahun dan/atau denda paling banyak Rp 300.000.000,00 (tiga ratus juta rupiah). (2) Barangsiapa dengan sengaja melanggar ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 8, Pasal 23 atau Pasal 32 dipidana dengan pidana penjara paling lama 1 (satu) tahun dan/atau denda paling banyak Rp 45.000.000,00 (empat puluh lima juta rupiah) http://www.dgip.go.id/produk-hukum-hki

http://www.dgip.go.id/produk-hukum-hki Tentang Ancaman Pelanggaran Pemalsuan Merk Terdaftar BAB XIV KETENTUAN PIDANA Pasal 90 Barangsiapa dengan sengaja dan tanpa hak menggunakan Merek yang sama pada keseluruhannya dengan Merek terdaftar milik pihak lain untuk barang dan/atau jasa sejenis yang diproduksi dan/atau diperdagangkan, dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun dan/atau denda paling banyak Rp 1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah). Pasal 91 Barangsiapa dengan sengaja dan tanpa hak menggunakan Merek yang sama pada pokoknya dengan Merek terdaftar milik pihak lain untuk barang dan/atau jasa sejenis yang diproduksi dan/atau diperdagangkan, dipidana dengan pidana penjara paling lama 4 (empat) tahun dan/atau denda paling banyak Rp 800.000.000,00 (delapan ratus juta rupiah). Pasal 92 (1) Barangsiapa dengan sengaja dan tanpa hak menggunakan tanda yang sama pada keseluruhan dengan indikasi-geografis milik pihak lain untuk barang yang sama atau sejenis dengan barang yang terdaftar, dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun dan/atau denda paling banyak Rp 1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah). (2) Barangsiapa dengan sengaja dan tanpa hak menggunakan tanda yang sama pada pokoknya dengan indikasi-geografis (3) milik pihak lain untuk barang yang sama atau sejenis dengan barang yang terdaftar, dipidana dengan pidana penjara paling lama 4 (empat) tahun dan/atau denda paling banyak Rp 800.000.000,00 (delapan ratus juta rupiah). (4) Terhadap pencantuman asal sebenarnya pada barang yang merupakan hasil pelanggaran ataupun pencantuman kata yang menunjukkan bahwa barang tersebut merupakan tiruan dari barang yang terdaftar dan dilindungi berdasarkan indikasi-geografis, diberlakukan ketentuan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2). Pasal 93 Barangsiapa dengan sengaja dan tanpa hak menggunakan tanda yang dilindungi berdasarkan indikasi-asal pada barang atau jasa sehingga dapat memperdaya atau menyesatkan masyarakat mengenai asal barang atau asal jasa tersebut, dipidana dengan pidana penjara paling lama 4 (empat) tahun dan/atau denda paling banyak Rp 800.000.000,00 (delapan ratus juta rupiah). Pasal 94 (1) Barangsiapa memperdagangkan barang dan/atau jasa yang diketahui atau patut diketahui bahwa barang dan/atau jasa tersebut merupakan hasil pelanggaran sebagaimana dimaksud dalam Pasal 90, Pasal 91, Pasal 92, dan Pasal 93 dipidana dengan pidana kurungan paling lama 1 (satu) tahun atau denda paling banyak Rp 200.000.000,00 (dua ratus juta rupiah). (2) Tindak pidana sebagaimana dimaksud pada ayat (1) adalah pelanggaran
Recent Posts